Mata dan Kamera jadi saksi atas momen di sekitarku. Baik momen jurnalistik, potret, kuliner, alam, human interest, traveling, seremonial dan entertainmen. Sebuah Blog Fotografi yang dipersembahkan bagi dunia fotografi di Indonesia. Pelatihan Fotografi/ diskusi foto, bisa kontak : daniel_supriyono@yahoo.com, kontak (WA) : 0816 4847 028. Lokasi : Jl Inpres XI/33, Larangan Selatan, Ciledug, Kodya Tangerang-Banten
Showing posts with label Lansekap. Show all posts
Showing posts with label Lansekap. Show all posts
Thursday, January 3, 2013
Tuesday, January 22, 2008
Monday, January 21, 2008
Emang Kita Pelacur?
Monday, January 14, 2008
Wednesday, February 21, 2007
Opera House
Monday, February 19, 2007
Bayangan Wanita
Friday, February 16, 2007
Come With Me
Judul asli foto ini adalah " Come With Me ", yang diikutkan dalam Photo Contest Asia/Pacific Cultural Centre for Unesco (ACCU) 1998 di Tokyo, Jepang. Obyek tentang anak pantai di lokasi terumbu karang Pulau Pramuka, Kep. Seribu itu merebut penghargaan "Okamoto Prize " (Prize For Excellence) bersama dengan foto karya enam fotografer Indonesia (Siswanhadi, Pang Hway Seng, Santoso Alimin, Josua Victor Anugerah, Suprapto Tantra, dan Aris Liem). Di ACCU 1998, karya foto dari Indonesia yang masuk totalnya 531 foto, namun hanya tujuh foto yang menang. Sementara karya foto yang menang dalam ACCU 1998 untuk berbagai kategori di seluruh wilayah Asia-Pacific (ada 23 negara yang ikut) berjumlah 110 foto, dari 8.057 karya foto.Wednesday, February 14, 2007
Mozaik Kota (remake)
Foto ini adalah re-make foto sejenis dengan angle, obyek dan lokasi yang sama. Foto sebelumnya bagian dari " Workshop dan Pameran Foto 10 Fotografer Indonesia " bersama fotografer Perancis Eric Emo, Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta, Kedutaan Besar Perancis dan Galeri "I see", Jakarta, Oktober 2001. Foto tersebut dipilih oleh Duta Besar Perancis untuk Indonesia saat itu, sebagai materi kartu pos pihak kedutaan untuk dikirimkan ke koleganya.
Tuesday, February 13, 2007
Karena Ini di Singapore
Seorang pria tengah melintas di lorong jembatan di kawasan Clark Quay, Singapore City (18 Februari 2004). Karena ini di Singapore, lorong bawah jembatan itu sunyi, bersih, tidak bau pesing, dan aman dari pedagang kaki lima, preman dsb. Coba di sini, lorong itu pasti bau pesing, kotor, penuh kaki lima dan para begundal. Huh!
Subscribe to:
Posts (Atom)



