Showing posts with label People. Show all posts
Showing posts with label People. Show all posts

Sunday, May 6, 2012

PARA PESOHOR INDONESIA 2

Foto-foto Para Pesohor INDONESIA, ada yang diolah digital, ada yang tidak sama sekali. Photo and Copyrights by Daniel Supriyono.

PARA PESOHOR INDONESIA 1

Foto-foto para Pesohor INDONESIA, setelah diberi sentuhan olah digital. Photo and Copyrights by : Daniel Supriyono

Thursday, January 31, 2008

Saya Kangen Chrisye 2

Mungkin saya subyektif dalam mengapresiasi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Chrisye di era 1970-1980-an. Ketika masih dipengaruhi oleh Guruh Soekarnoputera, lagu-lagu Chrisye demikian syahdu dengan pemilihan kata-kata nan indah. Namun, tanpa makna. Kadangkala bila membaca bait lagu-lagu Chrisye di eranya Guruh, nggak jelas maunya apa.

Lain ketika dipengaruhi oleh Eros Djarot, Harry Sabar, Yockie Soeryoprayogo, lagu-lagu cintanya Chrisye demikian rasional. Ingat lagu " Leny" dan " Romoe Julia ". Tapi siapa sih yang peduli dengan bait-bait begituan? manakala dua insan manusia dimabuk asmara? he-he.

Tapi entah kenapa ketika Chrisye dipengaruhi oleh para musisi di era 2000, saya malah semakin tak begitu suka. Terutama ketika digarap aransemen lagunya oleh Erwin Gutawa. Hanya kesan megah dan warna-warni saja lagu-lagunya Chrisye. Lagu " Merpati Putih " menjadi tak bernyawa. Hanya kemasannya saja yang menjadi wah dan mewah.

Saat Chrisye berpulang, saya juga meliput sejak dari rumah duka di Jalan Asem Dua, Cipete hingga ke TPU Jeruk Purut, Kemang, Jakarta Selatan. Hal yang dramatis saya alami ketika saya mengemudikan mobil dari rumah duka menuju pemakaman, saya tak sengaja memilih gelombang radio Pesona FM Jakarta, yang sepanjang hari memutar lagu-lagu yang menjadi hitnya Chrisye.

Apalagi sesampainya di pemakaman, hujan turun dengan derasnya. Teringat saya dengan bait lagu Chrisye di lagu yang berjudul : " Selamat Jalan Kekasih " (Album : Metropolitan, Musica Studio 1983).

"Resah rintik hujan yang tak henti menemani. . . .
Sunyinya malam ini,sejak dirimu jauh dari pelukan.
Selamat jalan kekasih, kejarlah cita-cita. . ."

Ooh. . . .

Wednesday, January 23, 2008

Saya Kangen Chrisye I

Entah kenapa tiba-tiba saya kangen dengan suara nyanyian Chrisye. Saya bukanlah siapa-siapa, saya hanyalah seorang warga biasa yang tak jauh beda dengan jutaan fans Chrisye lain. Mengidolakan penyanyi bersuara merdu yang telah dipanggil Tuhan pada 30 Maret 2007. Chrisye adalah idola saya sejak saya duduk di bangku kelas II SMP pada th 1983.

Saat itu lagu Chrisye yang saya suka adalah: " Kehadiran " (Album Chrisye " Metropolitan ", Musica Studio 1983). Kalau tak salah lagu tersebut ciptaan Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Soeryoprayogo. Lagu tersebut menjadi salah satu lagu favorit dari sekian banyak hit milik almarhum. Selain itu, lagu " Kehadiran " turut menghiasi
first love saya dengan seorang teman wanita di kelas III ketika SMP. Sayang, dia sekarang sudah menikah, punya anak dan tinggal di Jakarta.Saya sendiri juga sudah menikah dan punya anak.

Sejak tahun 1983 hingga saat ini lagu-lagu Chrisye bagai teman mengiringi langkah kehidupan. Memang tak semua lagu Chrisye saya suka. Hanya lagu-lagu tertentu saja dari setiap album-album lagu Chrisye. Dan tak semua album Chrisye saya koleksi. Justru saya suka album-album Chrisye dari tahun 1970-1980-an. Mungkin selera saya tertuju pada ciri khas pencipta lagu dan aranjernya saja.

Sebagai wartawan tentu saya pernah meliput Chrisye. Liputan saya pertama tentang Chrisye pada tahun 1994, saat saya bekerja sebagai wartawan foto Majalah Berita Bergambar " Jakarta-Jakarta ".Saat itu Chrisye tengah mempersiapkan konser pertamanya bertajuk " Sendiri" di JHCC. Chrisye saya foto di studio "Bass" di Jl Pakubuwono VII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (sekarang bangunan studio itu berubah menjadi ruang pamer produk fashion).

Saya termasuk jarang yang berfoto bareng dengan narasumber (terutama artis). Karena bagi saya hal itu : " Norak gitu Loh!" Tapi entah kenapa saya berminat sekali ketika Chrisye datang ke kantor Tabloid Nova tempat saya bekerja pada tahun 2006. Tentu saya persiapkan dengan baik, termasuk membawa album-album Chrisye era 70-80an koleksi saya, untuk ditandatangani oleh sang idola.

Bersambung. . .

Monday, January 21, 2008

Celingak - celinguk. . .


Sebuah bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) diberhentikan oleh aparat TNI di Simpang Timun, Aceh Timur, NAD, seorang wanita mencari tahu apa yang terjadi di luar sana lewat sebuah jendela. Difoto 15 Mei 2004.

Tuesday, October 2, 2007

Demi Jatah Makan Siang

Puluhan warga korban banjir besar Jakarta tengah berdesakan untuk mendapatkan jatah nasi bungkus makan siang di posko pengungsi Sekolah Santa Maria, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Hari itu 5 Februari 2007, Jakarta dilanda banjir besar dalam siklus banjir lima tahunan.

Peran Ayah


Seorang pria tengah menggendong anaknya sambil menonton acara
perayaan peringatan 17 Agustus 2007 di lapangan Kecamatan Larangan,
Ciledug, Kodya Tangerang, Banten.

Friday, March 16, 2007

Ditemani Kaleng Bekas Susu

Si kecil tengah mengemis dengan kaleng bekas susu sambil tiduran di aspal jalan kawasan Bandung Indah Plaza, Desember 2002. Aspal dan kaleng bekas susu bagai kasur dan bantal si kecil yang hanya bisa menikmati kemewahan hanya dalam mimpinya.

Thursday, March 15, 2007

Bercengkerama

Sejumlah ibu dan bayinya tengah bercengkerama di posko pengungsian para korban tsunami di Kec. Gue Gajah, Aceh Besar, NAD, (8/1/2005). Walau kehilangan keluarga dan kerabat, mereka tetap optimis dalam menatap kehidupan.

Tuesday, March 6, 2007

Tidurlah Dik!

Seorang bocah tengah tertidur dipelukan kakaknya di dalam sebuah angkot di kota Bogor, Jawa Barat, Juli 2003. Angkot adalah moda angkutan massal yang mendominasi jalanan kota hujan itu.

Ibu dan Bayinya Selamat

Ibu Siti (35 tahun) dan bayinya, Rizki (usia seminggu) beruntung dilindungi Tuhan saat bencana tsunami melanda Nangroe Aceh Darussalam. Warga Merduati, Banda Aceh selamat beserta bayinya. Sementara suami dan anak-anaknya yang lain tak jelas nasibnya. Ibu Siti dan Rizki saat itu dirawat di RS Kesdam, TNI AD, Banda Aceh, Januari 2005.

Di Kamp Pengungsian


Seorang ibu bernama Afifah, tengah mengendong putrinya Hidayatun di kamp pengungsian di Gue Gajah, Aceh Besar. Afifah salah satu dari ribuan pengungsi korban tsunami di NAD yang hidup di tenda-tenda darurat pada bulan Januari 2005.

Wednesday, February 28, 2007

Subaki eh, Basuki

Pelawak Basuki tengah merias diri sebelum pentas sebagai bintang tamu di Ketoprak Humor di Gedung Kesenian Jakarta, Mei 2004.

Saturday, February 17, 2007

Nangkring

Karena penuh sesak, para penumpang kereta ekonomi jurusan Pasar Senen, Jakarta -Pasar Turi, Surabaya memenuhi ruang wc dan pintu, di stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Bahkan salah satu penumpang nangkring di jendela dalam mudik Lebaran Agustus 1996. Difoto menggunakan kamera baru hasil menabung (saat itu) Nikon F90X tanpa vertikal grip.

Bergegas

Dengan bergegas, seorang bapak menarik anaknya di depan pusat perbelanjaan di kota Banjarmasin, Februari 2003. Bayangan bapak dan anak menarik minat saya untuk merekam menjadikannya sebuah foto. Jepret!

Selamat Tidur Sayang

Puluhan prajurit TNI terlelap di dalam pesawat Hercules TNI AU yang membawanya dari Jakarta menuju kota Banda Aceh dalam tugas kemanusiaan untuk korban tsunami di NAD, Desember 2004.

Thursday, February 15, 2007

Servis Sepatu

Di tengah kewaspadaan yang tinggi, seorang anggota satuan brimob menyempatkan diri menservis sepatu lars kepada tukang sol sepatu di Pasar Langsa, Langsa, Aceh Timur, Mei 2004.

Makan Siang

Pengungsi anak dan remaja tengah menikmati makan siang yang dibagikan di posko pengungsi Merapi di desa Babadan, Klaten, Jawa Tengah, Mei 2006. Kondisi Merapi yang meluncurkan awan panasnya (biasa dikenal dengan sebutan wedus gembel), memaksa para pengungsi untuk bertahan di lokasi-lokasi pengungsi di empat kabupaten (Sleman, Klaten, Magelang dan Muntilan).

Tuesday, February 13, 2007

Kena Loe ! . . .

Dua pemuda tengah beraksi dalam lomba "gebuk guling" di Sungai Ciliwung dengan airnya yang menghitam. Lomba "gebuk guling" dalam rangkaian acara Festival Passer Baru Nopember 2005 lalu.

Klepuuuuuuuusss! . . .

Asap rokok mengepul dari mulut salah satu abdi dalem, menunggu dalam upacara pemakaman Pakoeboewono XII di pemakaman raja-raja Imogiri, DIY (14/6/2004)